► Sebagai karbol harus memiliki integritas yang akan membawa kepada kewibawaan

► Hut TNI AU Telah di laksanakan Dengan Sukses





    2017-10-18 00:00:00| Dibaca : 96 kali
    Menggugah Peran Masyarakat tentang Cybersecurity Awareness dan Ketahanan Negara

    JOGJA, AKADEMI ANGKATAN UDARA-

    Pen AAU. Gubernur AAU Marsda TNI SM Handoko, SIP MAP resmi membuka kegiatan Seminar dan Sarasehan Nasional Cybersecurity Awareness Dalam Rangka Meningkatkan Ketahanan Nasional bertempat di Gedung Sabang Merauke AAU, Rabu (18/9). Seminar Nasional ini merupakan kerjasama antara Akademi Angkatan Udara, Kementrian Politik Hukum dan Keamanan serta BNPT atau Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

    Dalam sambutannya Gubernur AAU menyampaikan bahwa dunia siber telah berkembang pesat dan berimplikasi pada pemudaran batas-batas konvensional antar negara dalam beberapa dekade terakhir. Siber menjadi medium yang sangat efektif untuk melakukan serangan dengan tujuan melumpuhkan atau menghancurkan SDM suatu negara dan secara eskalatif menjadi ancaman bagi kesatuan bangsa, keutuhan wilayah dan kedaulatan bangsa dan negara. “Hal ini harus menjadi tanggung jawab setiap elemen masyarakat agar memiliki cybersecurity awareness dalam setiap sendi kehidupannya”, tegas Gubernur.

    Keynote Speaker  dari Kemenpolhukam dalam hal ini Deputi VII Kominfotur Kemenkopolhukam Marsda TNI Warsono menyampaikan bahwa dalam penerapan cybersecurity awareness dalam kehidupan berbangsa dan negara setidaknya telah tergambar dalam  ada beberapa hal pandangan  yang sangat terkait dengan tentang cyber diantaranya adalah dengan pengamanan pertumbuhan ekonomi  digital, Kedua adalah indikator potensi devisa yg bisa diselamatkan dari pajak, Ketiga Perspektif Indonesia  sebagai hub internet Asean mengingat jumlah pengguna internet merupakan yang  terbesar di Asean. Keempat adalah bagaimana negara dapat menjaga sistem informasi KPU terutama dalam pemilhan presiden dan pilkada serentak sedang yang kelima adalah bagaimana negara dapat memanage Ilegal konten dan ujaran kebencian yang berpotensi terhadap pertahanan dan keamanan negara.

    Pembicara dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Deputi I Perencanaan dan Perlindungan Deradikalisasi Mayjend TNI Abdul Rahim Kadir menyampaikan bahwa dengan semakin berkembangnya dimensi siber dalam membentuk dan memasifkan pandangan radikal kepada masyarakat. Negara melalui BNPT telah melaksanakan beberapa hal yang pencegahan diantaranya melalui Hard Approach diantaranya melalui kontra ideologi, kontra propaganda dan kontra narasi. Soft Approach melalui pembentukan  komunitas penggiat damai. Pusat Media Damai juga terus melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat untuk melawan deradikalisasi teehadap bahaya terorisme kepada masyarakat, pungkasnya.

    Kegiatan Seminar dan Sarasehan direncanakan berlangsung selama 2 hari dengan 11 pembicara dan diikuti oleh 600 peserta dari Pejabat AAU, Dosen dan Taruna AAU, Mahasiswa, Pelajar,dan masyarakat umum. 



    BERITA TERKAIT